Thursday, December 22, 2011

fadhilat surah al-Baqarah

Nabi SAW bersabda,

“Bacalah surat Az-Zahrowain, yaitu Al-Baqarah dan Ali Imran. Karena sesungguhnya keduanya akan datang pada hari Kiamat seperti dua buah awan atau seperti dua kawanan burung yang sedang terbang berbaris membela orang-orang yang biasa membacanya. Bacalah surat Al-Baqarah karena membacanya membawa berkah sedangkan meninggalkannya akan menyebabkan penyesalan. Surat ini tidak akan bisa dibaca oleh para tukang sihir.” (HR. Muslim)

riwayat Shahih Al Bukhari :
مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللهِ أَحَبَّ اللهُ لِقَاءَه
ُ
" Barangsiapa yang merindukan berjumpa dengan Allah, maka Allah rindu berjumpa dengannya" (Shahih Al Bukhari)
Diriwayatkan juga dalam hadits qudsi :
مَنْ أَحَبَّ لِقَائِيْ أَحْبَبْتُ لِقَاءَهُ مَنْ كَرِهَ لِقَائِيْ كَرِهْتُ لِقَاءَه
ُ
“ Barangsiapa yang ingin perjumpaan dengan-Ku maka Aku pun rindu berjumpa dengannya, barangsiapa yang benci untuk berjumpa dengan-Ku Aku pun benci berjumpa dengannya ”



Imam al-Baihaqi dari Imam Shalshal berkata:
"Barangsiapa membaca Surat Baqarah maka dipakaikan kepadanya mahkota disyurga."
Imam Ibnu Zanjawai dari Imam Wahab ibn Munabih menyatakan:
"Barangsiapa membaca Surat Baqarah dan Ali Imran pada malam Jumaat maka baginya nur cahaya membentang antara Arsy dan dasar bumi."
UNTUK PERLINDUNGAN DARI SEGALA KEJAHATAN:
  • Abu Mas'ud Albadri r.a. berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda;
"Barangsiapa membaca dua ayat dari surat Al-Baqarah, maka cukuplah baginya (dari hal-hal yang membencikan. Dan menurut sebahagian pendapat :sama dengan bersembahyang malam)."
(Riwayat Bukhari & Muslim)
UNTUK MEMOHON AGAR DIKABULKAN:
  • Ibnu Abbas r.a. bercerita: Pada suatu ketika Malaikat Jibrail berada disisi Nabi Muhammad s.a.w. , tiba-tiba terdengar suara dari atas, maka ia mengangkat kepalanya dan berkata: "Ini sebuah pintu dilangit, pada hari ini dibuka dan turun seorang malaikat memberi salam dan berkata:
           "(Bergembiralah dengan dua cahaya penerangan yang diberikan oleh Allah s.w.t. kepadamu dan belum pernah diberikan kepada seseorang Nabi sebelum kamu iaitu: FATIHUL KITAB dan akhir SURAH AL-BAQARAHTiada engkau membaca suatu huruf daripadanya melainkan pasti permintaanmu diberi)."
(Riwayat Muslim)
KEUTAMAAN DUA AYAT AKHIR DARI SURAH AL-BAQARAH:
(Maksudnya)    "Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman, semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya. Mereka berkata: "Kami tidak membeza-bezakan antara seseorang dari Rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan: Kami patuh dan taat; Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepadaEngkaulah tempat kembali."
Allah s.w.t. tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. Mereka berdoa "Ya Tuhan kami, jangan Engkau bebankan orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami; dan rahmatilah kami, Engkaulah penolong kami, tolonglah kami atas orang-orang kafir."
(Surah AL-BAQARAH: 285-286)
Untuk perlindungan dari segala kejahatan:
Abu Mas'ud Albadri r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. pernah bersabda yang bermaksud "Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat Al-Baqarah, maka cukuplah baginya." (dari hal-hal yang membencikan dan menurut sebahagian pendapat; sama dengan bersembahyang malam)
                                                                                                                                    (Riwayat Bukhari Muslim)
Untuk memohon agar dikabulkan doa:
Ibnu Abbas r.a bercerita:
Pada suatu ketika Jibrail berada disisi Baginda s.a.w., tiba-tiba terdengar suara dari atas, maka ia mengangkat kepalanya dan berkata:
"Ini sebuah pintu dilangit, pada hari ini dibuka dan turun seorang malaikat lalu memberi salam serta berkata:
(Bergembiralah dengan dua cahaya penerangan yang diberikab oleh Allah s.w.t. kepadamu dan belum pernah diberikan kepada seseorang Nabi sebelum kamu, iaitu: Fatihul kitab dan akhir surah Al-Baqarah. Tiada engkau membaca suatu huruf daripadanya melainkan pasti permintaanmu diberi)
                                                                                                                                    (Riwayat Muslim)




لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ حِصْنِى فَمَنْ دَخَلَ اَمِنَ مِنْ عَذَابِى

“ Laa ilaaha illallah adalah benteng-Ku, maka barangsiapa masuk ke benteng-Ku, niscaya dia selamat dari siksa-Ku”
Riwayat hadits ini dha’if ( lemah ) namun diperkuat dengan hadits riwayat Shahih Al Bukhari :
مَنْ قَالَ لَاإلهَ إِلَّا الله خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ فَقَدْ حَرَّمَهُ اللهُ مِنَ النَّارِ
( صحيح البخاري )
“ Barangsiapa yang mengucapkan “Laa ilaaha illallah” dengan ikhlas dari hatinya maka Allah haramkan ia dari api neraka ”( Shahih Al Bukhari )

Saturday, December 17, 2011

Hikmah........

Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Al-Alawi dilahirkan di kota Tarim, Hadramaut, pada hari Selasa 15 Safar tahun 1316 H/1896 M. Saat bersamaan menjelang kelahirannya, salah seorang ulama besar, Habib Syaikhan bin Hasyim Assegaf, bermimpi bertemu Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir Jailani. Dalam mimpi itu Syekh Abdul Qadir Jailani menitipkan kitab suci Al-Quranul Karim kepada Habib Syaikhan bin Hasyim Assegaf agar diberikan kepada Habib Ahmad bin Muhammad Bilfagih.

Keistimewaan Habib Abdul Qadir adalah, ia ahli ilmu alat, nahwu, sharaf, manthiq, ilmu kalam, serta ma’any, bayan, dan badi (tiga yang terakhir merupakan bagian ilmu sastra). Dalam bidang hadits, penguasaannya adalah bidang riwayat maupun dirayah, dan hafal ribuan hadits. Di samping itu, ia banyak mendapat hadits Al-Musalsal, yakni riwayat hadits yang tersambung langsung kepada Rasulullah SAW. Ini diperolehnya melalui saling tukar isnad (saling menukar periwayatan hadits) dengan Sayid Alwy bin Abas Al-Maliky saat berkunjung ke Makkah.


“Ketika kita mencari ilmu, kita bisa mendapatkannya dalam kitab-kitab atau buku. Namun ketika kita mencari barakah, tidaklah kita mendapatkannya kecuali dengan dekatnya kita kepada orang-orang yang shaleh. Dan dekat dengan mereka modalnya dengan hati yang bersih. Karena dengan kebersihan hati kita dapat mengenal orang-orang yang besar di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan kebersihan hati merupakan anugerah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Orang yang mengenal ilmu banyak. Sedangkan orang yang memiliki barakah hanya sedikit. Dan seseorang yang memiliki keduanya lebih sedikit.”


“Tasawuf merupakan ruh dari Agama Islam.”

“Rahasia (sirr) sebuah kitab itu terletak pada muqaddimahnya.”


“Seorang salik (yang menempuh jalan menuju Allah Subhanahu Wa Ta’ala), apabila telah sampai kehadirat Nya, maka ia di namakan Arif. Jika sudah menjadi Arif, maka orang tersebut tidak akan melihat kepada apapun juga, melainkan hanya tenggelam dalam kebesaran dan keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”

.......


Daripada Ibnu Abbas r.anhuma katanya, aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;“Dua (jenis) mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka: Mata yang menangis akibat ketakutan kepada Allah dan mata yang tidak tidur berjaga di jalan Allah.” (At-Tirmizi). Dalam satu hadith yang lain: “Wajah yang dibasahi oleh air mata kerana takutkan Allah s.w.t.., walau bagaimana sedikit pun air mata itu, terselamat dari api neraka.”Bukan sahaja wajah yang terselamat, tetapi seluruh badannya dan orang itu ialah ahli syurga. Airmata memberi syafaat kepada tuannya di hari kiamat dengan izin Allah.
Menangislah kerana Allah. Pelepah tamar dan buraq pun menangis. Pelepah tamar menangis kerana Nabi tidak lagi menggunakan sebagai mimbar masjid, akhirnya dimasukkan ke dalam syurga. Bura’ menangis kerana takut nabi tak pilih dia jadi tunggangan.

Semasa peristiwa Israk Mikraj, Allah swt menyuruh Malaikat Jibrail memilih seekor Buraq untuk dijadikan tunggangan Baginda naik ke langit. Kemudian Jibrail A.S. pun pergi dan dia melihat 40,000 buraq sedang bersenang-lenang di Jannatu Adnin (taman Syurga) dan di wajah masing-masing terdapat nama Muhammad. Jibril bertanya kepada Allah, buraq manakah yang harus dipilih kerana semuanya elok, maka Allah menyuruhnya memilih Buraq yang menangis.
Di antara 40,000 buraq itu, Jibrail A.S. terpandang pada seekor buraq yang sedang menangis bercucuran air matanya. Jibrail A.S. menghampiri buraq itu lalu bertanya, “Mengapa engkau menangis, ya buraq? “Berkata buraq, “Ya Jibrail, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mahu makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan.”Berkata Jibrail A.S., “Aku akan menyampaikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu.” Kemudian Jibrail A.S. memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu dan membawanya kepada Nabi Muhammad S.A.W. Buraq yang diceritakan inilah yang membawa Rasulullah S.A.W dalam perjalanan Israk dan Mikraj.



Sucikanlah empat hal dengan empat perkara, Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan, Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu, Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu, dan dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memilikimu.


menangis itu juga,......menghilangkan derita hati...jangan biarkan ia
begitu misteri.....
tidak bernyawa tapi hidup
tidak tajam tapi mampu melukai
tidak mekar tapi mewangi
indah tapi menyakitkan
begitu aneh
datang tanpa paksaan

mungkinkah???? 

Friday, December 16, 2011

jiwa al-Quran

Habib Hasan bin Abdullah bin Umar Asy Syathiri,ulama besar serta terkenal yang mahir dalam bidang ilmu sehingga pada umur yang masih cukup muda yaitu 11 th beliau telah menghapal al Quran seluruhnya,
 Tatkala ajal ayahandanya Al Habib Abdullah bin Umar Asy Syathiri telah dekat dan usia beliau ( Al Habib Hasan ) kala itu sekitar 14 tahun, ayahandanya ( Al Habib Abdullah bin Umar Asy Syathiri ) mengumpulkan seluruh anggota keluarganya seraya berwasiat “Wahai Mahdi… aku serahkan padamu tanggung jawab kepemimpinan Rubath ini. Wahai Hasan… dan aku serahkan tanggung jawab kepemimpinan Rubath ini setelah kakakmu Mahdi dan jangan pernah kau tinggalkan Al Quran”.

“Perbanyaklah engkau bersujud dan mintalah ikhlas kepada Allah SWT, dan pendamlah dirimu ditempat yang orang tak mengenalmu”. Beliaupun selalu mengatakan ” Janganlah kalian menjadi orang yang banyak disanjung namun engkau memiliki cela yang terselubung”


ALLAH.........

Ibn Qayim al Jauzi berkata


“Sesungguhnya dalam hati terdapat sebuah robekan yang tidak mungkin dapat dijahit kecuali dengan menghadap penuh kepada Allah (SWT).
Di dalamnya juga ada sebuah keterasingan yang tak mampu diubati kecuali dengan menyendiri bersama Allah (SWT).
Di dalam hati juga ada sebuah kesedihan yang tidak akan mampu diseka kecuali dengan kebahagiaan yang tumbuh kerana mengenal Alah dan ketulusan berinteraksi dengan-Nya.
Di dalam hati juga terdapat sebuah kegelisahan yang tidak mampu ditenangkan kecuali dengan berhimpun kerana Allah (SWT) dan pergi meninggalkan kegelisahan itu menuju Allah (SWT).
Di dalam hati juga terdapat gejolak api yang tidak mampu dipadamkan kecuali oleh keredhaan akan perintah Allah (SWT), larangan, dan keputusan Allah (SWT), yang diiringi dengan ketabahan dan kesabaran sampai tiba saat perjumpaan dengan-Nya”.


Ibrahim bin Adham RA telah berkata: “Kasih sayang itu merupakan hasil dari sebuah perkenalan, barang siapa yang mengenal Allah SWT maka dia akan mencintai-Nya dan barang siapa mencintai Allah SWT maka dia akan mencintai Baginda Rasulullah SAW, barang siapa yang kenal Baginda Rasulullah SAW, pasti dia akan mencintainya”.

tasbih itu..........



umpama butir-butir tasbih yang sering digerakkan,


akan kelihatan lebih halus,


permukaan yang kasar akan menjadi licin,

ia tampak kilat dan bersinar.....



begitu juga hati......

bersinar dengan cahayaNYA...

saat hati itu hadir.........

hanya DIA,... ALLAH



berzikirlah......



Rasa bahagia adalah hati merasa senang dan tentram, hal ini diisyaratkan dalam firman Allah (Ar – Ra’d 28)

 الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

  (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Insya Allah dengan mengingat Allah lah hati menjadi tentram.
Maka dengan mengingat Allah hati menjadi tentram, jiwa menjadi bahagia, batin jauh dari rasa gundah.
Lebih jelas lagi Allah berfirman (Al-Baqarah : 152)

 فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ

“Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu.”
Hal ini menunjukkan bahwa perintah Allah mengarahkan kepada kita agar selalu mengingat kepada-Nya, dengan lidah, pikiran dan perbuatan.




Wednesday, December 14, 2011

qasidah cinta........

(Sayyid Ahmad MuhyidDin Abul ‘Abbas al-Kabir ar-Rifa’i al-Husaini bin Sayyid Abul-Hasan Ali bin Sayyid Yahya bin Sayyid Tsabit bin Sayyid Ali al-Hazim bin Abul Fawaris bin Sayid Ahmad bin Sayyid Ali bin Sayyid al-Hasan (Rifa’ah al-Hasyimi al-Makkiy) bin Sayyid al-Mahdi bin Sayyid  Abul Qosim Muhammad bin Sayyid al-Hasan bin Sayyid Ahmad bin Sayyid Musa as-Tsaniy bin Sayyid Ibrahim al-Murtadho bin al-Imam Sayyid Musa al-Kazhim bin al-Imam Sayyid Ja’afar as-Sadiq bin al-Imam Sayyid Muhammad al-Baqir bin al-Imam Sayyid Zainul Abidin bin al-Imam-ul-Mukminin Abu Abdullah Sayyidina Hussain (asSyahid) bin Amirul-Mukminin al-Imam Sayyidina Ali Abi Tolib rodhiyallahu ‘anhu wa ‘anhum) :
Tuan guruku yang mulia, Imam yang bercahaya, bapa saudaraku  Abul-Makarim Mansur al-Bathoyihi arRobbaniy r.h., katanya telah memberitahuku al-Qodhi Abul-Husain Muhammad bin 'Ali bin al-Muhtadiy, katanya telah memberitahu ku Abul-hasan Ali bin Hibbatullah bin Abd-usSalam, katanya telah memberitahuku Abul Hasan Ali bin Muhammad al-Harbiy, katanya telah memberitahuku Abu Abdullah Ahmad bin Ali, daripada Abdullah bin 'Abbas rodhiyallahu 'anhuma katanya, telah bersabda Rasulullah saw ;

أحبوا الله لما يغذو كم به من نعمته, وأحبوني لحب الله, وأحبوا أهل بيتي لحبي
.

“Cintailah Allah kerana DIA telah mencurahkan kepada kamu pelbagai segala nikmatNYA, dan Cintailah aku kerana Cintakan Allah, dan cintailah kaum keluargaku kerana Cintamu padaku.”  
(Riwayat atTirmizi dalam Manaqib, dan riwayat alHakim pada bab kelebihan ahlul-bayt; kaum keluarga Nabi Muhammad saw.)


Syeikh Imam Busyiri (Shohibul qosidah Burdah) 


Imama Bushiri shobibul madh atau pengarang qosidah burdah itu bernama lengkap, Syarofuddin Muhammad bin Sa'id bin Hamad bin Abdullah Al Shonhaji al Dalaashi al Busyiri al Dalaashiri.
Masjid Imam Busyiri dan Makamnya di Alexandiria Mesir


Imam Bushiri di lahirkan di desa Dalaash Maroko. pada tahun 608 H/1212 M. Imam Bushiri lahir pada masa keemasan ulama'-ulama' besar  pada abad 7 hijriyah, di antara ulama' yang masyhur pada masa itu ialah Syeikh Ahmad Badawi (678 H) Syeikh Ibrahim ad Dasuqy (672 H) Syeikh Izzuddin bin Abdussalam (660 H) Syeikh Abu Hasan Assazdali (656 H) syeikh Ibnu Atto' Assakandari (709 H) dan Syeikh Ibnu Daqiq  Al 'Aidi (702 H).


Imama Bushiri mengambil sanad sufinya, thoriqoh Al Sadzaliyah dari Syeikh Abi al Abbas al Mursyi al Syadzili (676 H), yang sekarang makam Imam busyiri di sebelah
Masjid Al Mursyi yang terdapat di bawah masjid al Mursyi makam sang guru ini. Syeikh Abi al Abbas al Musryi adalah murid dari Imam Abi al Hassan al Sadzili. Makam imam Abi al Hassan terdapat di profinsi Bahr Ahmar Mesir kurang lebih 500 KM dari Kairo ke barat dekat perbatasan dengan Sudan.
Imam Busyir mempuyai murid yang terkenal ialah al 'Izz bin Jama'ah.

Makam Imam Busyiri
Qosidah Imam Bushiri terkenal di seluruh dunia dengan lantunan "Maulaya solli wa salim daiman abada 'ala habibikalkhoiri kholki kullihimin"  qosidah ini sudah sangat masyhur di lantuntan banyak umat Islam di seluruh penjuru dunia terkenal karna pujianya kepada nabi besar Muhammad SAW. Apa sebenarnya qosidah atau pujian ini sehingga sampai sekarang qosidah ini masih sangat eksis tak tergerus oleh badai masa selama 7 abad terakhir ini. Sebelum kita mengetahui qosidah tersebut penulis sedikit mengantarkan biografinya. Imam Busyiri teryata gemar sekali menulis khat arab mengarang dan mengarang lagu-lagu  ataunudum. Imam Busyiri adalah salah satu ulama' penya'ir sufi yang terkenal pada masanya. Selain qosidah burdah Imam bushiri mempuyai si'ir lain di antaranya ialah Umu  al Quro berjumlah 636 baris (bait). si'ir Dakhr al Ma'adi fi wasni banat Su'ad, 206 baris (bait) dan qosidah amdahu li fika 99 baris (bait) qosidah Imama busyiri sangat lepas sekali dan balagohya tinggi, memuji keagungan Nabi Muhammad SAW. Begitu juga qoasidah-qasidahnya sangat menakjubkan dan berbeda dengan yang  lain. 


Imam Busyiri Wafat di Iskandaria (Alexandria) Mesir pada tahun 694 H. yang sekarang makanya masih banyak di kujungi para umat islam dari Iskandari maupun dari seluruh dunia.

Qasidah Burdah adalah salah satu qasidah Imama Bushiri yang sangat terkenal di kalangan umat islam di penjuru dunia. adapun Burdah ini berjumlah 162 bait pada kitab Kasyfu Dunun, 160 bait di kitab Dewan al Busyiri dan menurut Ibnu Asyur berjumlah 171 bait. Menurut Hajie al Khalifah burdah terbagi menjadi 10 bagian, diantaranya; 12 bait tentang pembukaan qasidah, 16 bait tentang hawa nafsu, 30 tentang pujian kepada Nabi Muhammad SAW., 19 bait tentang kelahiran Nabi, 10 bait tentang do'a , 17 bait tentang pujian kepada Al qur'an, 13 bait tentang sejarah mi'raj nabi Muhammad, 22 bait tentang Jihadnya atau usahanya. 14 bait tentang istigfar dan 9 bait tentang munajat. 
Tempat Wudlu di halaman Masjid Imam Busiyri

Sejarah sebab mengarang dan munculnya qasidah burdah ini ialah, seperti di ceritakan oleh Imam Bushiri, ini ketika Iamam Busyiri terkena musibah cobaan penyakit lumpuh lalu dia di beri kesembuhan oleh Allah SWT. ketita tidur dia bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW. dan Nabi mengusap tangannnya yang berkah itu. lalu pada keesokharinya Imama Busyir keluar rumah dan bertemu dengan sebagian orang fakir, lalu berkata, ya Sayidi (Imam Busyir) saya mohon supaya untuk memberikan qasidah kepada sayan yang menerangkan pujian kepada Nabi Muhammad itu. lalu Imam Bushri menjawab qasidah yang mana?. si fakir menjawab timpalan pertanyaan Imama Busyiri. qasidah yang di mulai dengan " Amin tadzakkuri jironin...."  lalu Imam Bushiri memberikan qasidah itu dan berlalulah cerita ini sampai kepan orang-orang, sehingga sampai pada salah seorang perdana Mentri raja Ad Dzahir yang menulis ulang  qasidah ini dan bernadzar tidak akan mendengarkan qasidah ini kecuali dia dengan keadaan tidak memakai alas kaki dan tidak memakai tutup kepala. ini di lakukan karna dia percaya dengan berkah burdah Imam Bushiri. dia dan keluargannya mengambil berkah dari qasidah burdah ini. lalu orang-orang banyak yang tahu  barokah qosidah baik mengenai urusan agama dunia dan akhirat.




Diambil dari sari kitab Syeikh Ibrahim al bajuri dan Syifa'ul qolb al jareh Ibnu Asyur