Friday, February 10, 2012

MAHA MELIHAT

"Dialah ALLAH, tiada Tuhan melainkan Dia, Dia mempunyai al-asmaul-husna (nama-nama yang baik)"- (Surah Thaha:8)
Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda:
"Sesungguhnya Allah s.w.t mempunyai 99 nama, iaitu seratus kurang satu, barangsiapa menghitungnya (menghafal seluruhnya) masuklah ia kedalam syurga" - Riwayat Bukhari

AR RAHMAANU      Ertinya Kasihsayang kepada hambaNya didunia.
KHASIATNYA:         Barangsiapa yang mebacanya tiap-tiap selesai sembahyang fardu sebanyak 100 kali, Insyaallah ia akan terjaga dari sifat lupa dan lalai.

AR RAHIIMU           Ertinya Yang Kasihsayang kepada orang-orang mukmin pada hari Akhir
KHASIATNYA:         Barangsiapa yang membacanya tiap-tiap hari sebanyak 100 kali, Insyaallah hatinya akan selalu mempunyai sifat kasih sayang akan sesama makhluk Allah s.w.t.

AS SAMII'U               Ertinya Maha Mendengar.
KHASIATNYA:         Apabila dibaca 500 kali , setelah selesai sembahyang dhuha pada hari Khamis, maka doanya akan ditunaikan oleh Allah s.w.t.dan akan disembuhkan pendengarannya daripada penyakit tuli atau pendengarannya akan menjadi baik.

AL BASHIIRU          Ertinya Maha Melihat.
KHASIATNYA:         Apabila dibaca sebelum sembahyang Jumaat dimulai sebanyak 100 kali pasti fikirannya akan bertambah cerdas dan hatinya akan terbuka.


AL GHAFFAARU     Ertinya Sangat Mengampuni.
KHASIATNYA:         Barangsiapa yang berzikir  100 kali sambil mengiringi sembahyang Jumaat, Insyaallah zahir baginya akan mendapat keampunan. 




Seiring waktu berlalu tangis tawa di nafasku 
Hitam putih di hidupku jalani takdirku 
Tiada satu tersembunyi, tiada satu yang terlupa
Segala apa yang terjadi Engkaulah saksinya
*Kau yang Maha Mendengar
Kau yang Maha Melihat
Kau yang Maha Pemaaf
PadaMu hati bertobat
Kau yang Maha Pengasih
Kau yang Maha Penyayang

Kau yang Maha Pelindung
PadaMu semua bergantung
Yang dicinta kan pergi
Yang didamba kan hilang 

Hidup kan terus berjalan 
Meski penuh dengan tangisan
Andai bisa ku mengulang waktu hilang dan terbuang
Andai bisa ku kembali hapus semua pedih
Andai mungkin aku bisa, kembali ulang segalanya
Tapi hidup takkan bisa meski dengan air mata



mencari erti sebuah cinta,..kehidupan,..
sejauh mana mengerti dan melihat dengan asma` ALLAH yang agung
sejauh mana bergetar hati mengalunkan asma` ALLAH,...
hingga larut dalam zikrullah........


ALLAH.....ALLAH.......
sehingga mengerti,...
yang dicinta dan didamba  tidak akan hilang jika cinta itu kerana ALLAH....


Ya Allah......
....maafkanlah bila hati
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku harap hanya
diriMu yang bertaktha....



p/s - ada apa dengan lirik ???? 
        hanya DIA yang MAHA MENGETAHUI ^ ^

Wednesday, February 8, 2012


“hati-hati jika mencintai makhluk, jangan sampai karena hadirnya makhluk cintamu kepada Sang pencipta makhluk menjadi berkurang, karena suatu saat nanti makhluk yang kamu cintai itu bisa saja diambil dari sisi kamu” - Aagym



Sewaktu masih kecil Husain cucu Rasulullah Saw. bertaya kepada ayahnya, Sayidina Ali ra: “Apakah ayah mencintai Allah?” Ali ra menjawab, “Ya”. Lalu Husain bertanya lagi: “Apakah ayah mencintai kakek dari Ibu?” Ali ra kembali menjawab, “Ya”. Husain bertanya lagi: “Apakah ayah mencintai Ibuku?” Lagi-lagi Ali menjawab,”Ya”. Husain kecil kembali bertanya: “Apakah ayah mencintaiku?” Ali menjawab, “Ya”. Terakhir Si Husain yang masih polos itu bertanya, “Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?” Kemudian Sayidina Ali menjelaskan: “Anakku, pertanyaanmu sungguh hebat! Cintaku pada kekek dari ibumu (Nabi Saw.), ibumu (Fatimah ra) dan kepada kamu sendiri adalah kerena cinta kepada Allah”. Karena sesungguhnya semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah Swt. Setelah mendengar jawaban dari ayahnya itu Husain jadi tersenyum mengerti.


Aku mencintaimu
Karena Kau Seumpama Bintang
Meski jauh Kau tetap Terang
Meski terkadang menghilang kau tetap bercahaya
Jauh direlung-relung jiwa
Aku Mencintaimu,
Karena kau seperti dian
Yang menyala-nyala di dalam dada
Menghangatkan jiwa
Terus hidup dalam segala cuaca
Aku Mencintaimu,
Karena Aku harus mencintaimu
Rukuk dan Sujudmu membuatku rindu
Kukatakan padamu Aku mencintaimu
Ya aku mencintaimu
Kau dengar Itu ?
Aku mencintaimu,
Karen Rukuk dan Sujudmu pada Tuhanmu
Aku Mencintaimu
Karen kita satu jiwa yang padu.....


semoga suatu masa yang DIA tetapkan,...temukan aku YA ALLAH...
dengan dia yang menyintaiku.......(^_^)

Monday, February 6, 2012

3 nasihat Imam ABu HAsan As Syadzili r.a....

 KAta Imam Abu HAsan As Syadzili r.a. : 


Tidak ada dosa yang lebih besar dari dua perkara ini : pertama, senang dunia dan memilih dunia mengalahkan akherat... dan yang


 Kedua, ridha menetapi kebodohan tidak mau meningkatkan ilmunya.

Sebab-sebab sempit dan susah fikiran itu ada tiga :
pertama, karena berbuat dosa dan untuk mengatasinya dengan bertaubat dan beristiqhfar.


Kedua, karena kehilangan dunia, maka kembalikanlah kepada Allah swt. sadarlah bahwa itu bukan kepunyaanmu dan hanya sementara dan akan ditarik kembali oleh Allah swt.


Ketiga, disakiti orang lain, kalau karena dianiaya oleh orang lain maka bersabarlah dan sadarlah bahwa semua itu dari Allah swt. untuk mengujimu.Kalau Allah swt. belum memberi tahu apa sebabnya sempit atau susah, maka tenanglah mengikuti jalannya taqdir ilahi..... 


buat ahli zikr.....


 Setiap kelebihan (kemuliaan) yang tidak bersamaan dengan ridha Allah swt. dan tidak bersamaan dengan senang kepada Allah dan senangnya Allah, maka orang tersebut terpedaya oleh  syaitan dan menjadi orang yang rusak. 


Kelebihan itu tidak diberikan kepada orang yang mencarinya dan menuruti keinginan nafsunya dan tidak pula diberikan kepada orang yang badannya digunakan untuk mencari kelebihan. 


Yang diberi kelebihan hanya orang yang tidak merasa diri dan amalnya, akan tetapi dia selalu tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang disenangi Allah dan merasa mendapat anugerah (fadhal) dari Allah semata, tidak menaruh harapan dari kebiasaan diri dan amalnya......



Saturday, February 4, 2012

kisah saidina Anas r.a


Saidina Anas r.a. meriwayatkan suatu kisah:-

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏عَنْ السَّاعَةِ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ لَا شَيْءَ إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏فَقَالَ  أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

Maksudnya:

Sesungguhnya seseorang lelaki bertanya Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam tentang hari Kiamat, lalu Baginda shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apa yang kamu sediakan bagi menghadapinya?”

Lelaki itu menjawab: “Saya tidak menyediakan apa-apa melainkan saya mencintai Allah dan Rasul-Nya shollallahu ‘alaihi wasallam.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda:

Sesungguhnya kamu bersama dengan orang yang kamu cintai.

Kemudian, Saidina Anas r.a. berkata:

فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ 

Maksudnya: Tiada yang menyebabkan kami gembira dengannya seumpama gembiranya kami dengan sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam iaitu: “Kamu bersama dengan orang yang kamu cintai”.

Saidina Anas r.a. berkata lagi:

‏فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏وَأَبَا بَكْرٍ ‏وَعُمَرَ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ ‏

Maksudnya: “Saya mencintai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, Abu Bakr dan Umar, dan aku harap akan bersama mereka dengan kecintaanku kepada mereka walaupun tidak beramal seumpama amalan mereka”.

[Hadith riwayat Imam Al-Bukhari dalam Sahihnya bernombor: 3412]

Kisah Imam al Utbi r.a

Daripada Imam al-'Utbi [Abu 'Abdul Rahman Muhammad bin 'Abdullah @ 'Ubaidillah bin 'Amr bin Mu`awiyah bin 'Amr bin 'Utbah bin Abu Sufyan Sakhr bin Harb yang lebih dikenali sebagai Imam al-'Utbi] di mana dia telah berkata: “Adalah aku satu ketika duduk di samping kubur Junjungan Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam-, maka telah datang seorang A'raabi ('Arab dusun @ penduduk kampung) mengucapkan salam kepada Junjungan Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- dengan katanya:

“Salam kesejahteraan bagimu, wahai Rasulullah, aku telah mendengar Allah Ta`ala berfirman:

وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُوۤاْ أَنْفُسَهُمْ جَآءُوكَ فَٱسْتَغْفَرُواْ ٱللَّهَ وَٱسْتَغْفَرَ لَهُمُ ٱلرَّسُولُ لَوَجَدُواْ ٱللَّهَ تَوَّاباً رَّحِيماً

[Dan kalaulah mereka ketika menganiayai diri mereka sendiri (dengan membuat dosa dan kesalahan) datang kepadamu (wahai Nabi) lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulullah juga memohon ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat, lagi Maha Mengasihani. – Surah an-Nisa’: 64]

Dan aku telah mendatangimu dalam keadaan memohon keampunan dari segala dosaku dan mengharapkan syafaatmu kepada Tuhanku.”

Lalu dia melantunkan beberapa bait syair seperti berikut:-

يا خير من دفنت بالقاع اعظمه * فطاب من طيبهن القاع  والأكم
نفسي الفداء لقبر انت ساكنه * فيه العفاف وفيه الجود و الكرم

Maksudnya:

Wahai manusia terbaik bersemadi dalam bumi jasadnya
Maka harumlah lembah dan bukit dengan keharumannya
Jiwaku jadi tebusan kubur yang engkau penghuninya
Dalamnya ada (pribadi) yang suci, pemurah lagi mulia

Al-'Utbi meneruskan ceritanya:

“Kemudian, dia berpaling meninggalkan maqam Junjungan Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam-, tiba-tiba dua mataku mengantuk, lalu aku bermimpi melihat Junjungan Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- dalam tidurku dan baginda bersabda kepadaku:

Wahai 'Utbi, segera pergi berjumpa A'rabi itu dan khabarkan berita gembira kepadanya bahawa Allah telah mengampuninya.



Yusuf al-Bakhour al-Hasani: "Semua orang berkata cinta kepada Allah, tetapi hanya melakukan cinta menurut hawa nafsu dan keinginan sendiri"~


sebaik-baik golongan yang diakui oleh Allah s.w.t. dan cinta mereka diakui oleh 

Baginda s.a.w.. Dimanakah kunci mereka?
Jawapannya; Kunci mereka pada kejujuran mereka dalam mencintai Allah s.w.t. 

dan Baginda s.a.w..
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد 

Friday, February 3, 2012

Dialog Cinta : Rasulullah s.a.w dengan Saidina Umar r.a

Suatu
hari, di pagi hari, Umar 
bin Khaththab
bertemu Rasulullah 
SAW. Rasulullah
menyapa sahabatnya itu de­ngan sumringah, "Bagaimana keada­anmu pagi ini,
wahai sahabatku, Umar?"

"Alhamdulillah,
ya Rasulullah, pagi ini aku dalam keadaan beriman."

RasulullahSAW bertanya lagi, "Siapa yang engkau lebih cintai, anak­-anakmu
atau aku?"

Umar
menjawab, "Tentu saja anak­anakku, ya Rasulullah. Mereka adalah permata
hatiku. Darah dagingku. Bagai­mana aku tidak lebih mencintai mereka daripada
dirimu?"

"Kalau
begitu, engkau belum ber­iman dengan sepenuh hatimu."

Keesokan
harinya, Sayyidina Umar bertemu kembali dengan Baginda Nabi, dan beliau
bertanya lagi, "Bagaimana pagi ini, wahai sahabatku?"

"Pagi
ini aku dalam keadaan beriman, ya Rasulullah."

"Lalu,
mana 
yanglebih engkau cintai,
dirimu sendiri atau aku?" tanya Rasul­ullah 
SAW.

"Ya
Rasulullah, sungguh, engkau le­bih aku cintai daripada hartaku dan ke­luargaku,
kecuali diriku."

"Wahai
Umar, demi Dzat 
yang diriku
berada dalam genggaman-Nya, engkau belum beriman sepenuhnya sampai aku le­bih
engkau cintai daripada dirimu sendiri."

Hingga,
suatu hari, Umar tergopoh­gopoh menjelang Rasulullah 
SAW. "Ya Rasulullah... saat ini aku
mencintai diri­mu lebih dari segala-gelanya. Aku men­cintaimu melebihi
kecintaanku kepada diriku sendiri," kata Umar sambil me­nangis haru.

RasulullahSAW pun memeluk saha­batnya yang tercinta itu sambil berkata,
"Sekarang, wahai Umar, sekarang...," kata Rasulullah, 
yang maksudnya, saat itu keimanan
Sayyidina Umar telah men­capai kesempurnaan.